Wikipedia

Hasil penelusuran

Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 November 2017

Bela Negara dan HAM

Nama: Tegar Rizky WIcaksono
Kelas: 2ID09
NPM: 37416339
Dosen: Ahmad Nasher
Mata Kuliah: Pendidikan Kewarganegaraan
Universitas Gunadarma


Assalamu'alaikum. Wr. Wb. Kali ini saya akan menjelaskan tentang Bela Negara dan Hak Asasi Manusia
1. Bela Negara
Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut. Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara. Hal tersebut merupakan wujud kecintaan seorang warga negara pada tanah air yang sudah memberikan kehidupan padanya. Hal ini terjadi sejak seseorang lahir, tumbuh dewasa serta dalam upayanya mencari penghidupan. Secara fisik, hal ini dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara tersebut, sedangkan secara non-fisik konsep ini diartikan sebagai upaya untuk serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan orang-orang yang menyusun bangsa tersebut. Dalam pelaksaan pembelaan negara, seorang warga bisa melakukannya baik secara fisik maupun non fisik. Pembelaan negara secara fisik diantaranya dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa. Sementara, pembelaan negara secara non fisik diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme. Nasionalisme adalah rangkaian kecintaan dan kesadaran dalam proses berkehidupan dalam negara dan bangsa, serta upaya untuk menumbuhkan rasa cinta pada tanah air. Selain itu, pembelaan bisa dilakukan dengan cara menumbuhkan keaktifan dalam berperan aktif untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara. Landasan konsep bela negara adalah adanya wajib militer. Subyek dari konsep ini adalah tentara atau perangkat pertahanan negara lainnya, baik sebagai pekerjaan yang dipilih atau sebagai akibat dari rancangan tanpa sadar (wajib militer).
Didalam proses pembelaan bangsa, ada beberapa hal yang menjadi unsur penting, diantaranya adalah :
  1. Cinta Tanah Air
  2. Kesadaran Berbangsa & bernegara
  3. Yakin akan Pancasila sebagai ideologi Negara
  4. Rela berkorban untuk bangsa & Negara
  5. Memiliki kemampuan awal bela Negara

Tujuan bela negara, diantaranya:
  1. Mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara
  2. Melestarikan budaya
  3. Menjalankan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945
  4. Berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.
  5. Menjaga identitas dan integritas bangsa/ negara
Sedangkan fungsi bela negara, diantaranya:
  1. Mempertahankan Negara dari berbagai ancaman;
  2. Menjaga keutuhan wilayah negara;
  3. Merupakan kewajiban setiap warga negara.
  4. Merupakan panggilan sejarah;
 2. Hak Asasi Manusia (HAM)
HAM (Hak Asasi Manusia) adalah hak dasar atau hak pokok yang dibawa oleh manusia sejak lahir yang secara kodrat melekat pada setiap manusia dan tidak dapat diganggu gugat karena merupakan anugerah Allah SWT. HAM adalah hak yang bersifat asasi. Artinya, hak-hak yang dimiliki oleh manusia berdasarkan kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga bersifat suci. Dengan kata lain, HAM adalah bermacam-macam hak dasar yang dimiliki pribadi manusia sebagai anugerah dari Allah SWT yang dibawa sejak lahir sehingga hak asasi itu tidak dapat dipisahkan dari eksistensi pribadi manusia itu sendiri.Sementara itu, Pengertian HAM juga disebut dalam pasal 1 butir 1 UU No. 39 Tahun 1999 yang berbunyi “Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Allah SWT dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”. Menurut G.J. Wolhots, Pengertian HAM adalah sejumlah hak yang melekat dan berakar pada tabiat setiap pribadi manusia, dan justru karena kemanusiaannya itulah, hak tersebut tidak dapat dicabut siapa pun juga karena jika dicabut akan hilang kemanusiaannya.
Macam-Macam Hak Asasi Manusia (HAM):
  • Hak Asasi Pribadi (Personal Rights)
Hak Asasi Pribadi adalah hak yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan memeluk agama, kebebasan bergerak, kebebasan dalam untuk aktif setiap organisasi atau perkumpulan dan sebagainya.

  • Hak Asasi Ekonomi (Property Rights)
Hak Asasi Ekonomi adalah Hak untuk memiliki, membeli dan menjual, serta memanfaatkan sesuatu.

  • Hak Asasi Politik (Politik Rights)
Hak Asasi Politik adalah hak ikut serta dalam pemerintahan, hak pilih maksudnya hak untuk dipilih
  • Hak Asasi Hukum (Rights Of Legal Equality)
Hak Asasi Hukum adalah hak untuk mendapatkan perlakukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.
  • Hak Asasi Sosial dan Budaya (Social and Culture Rights)
Hak Asasi Sosial dan Budaya adalah hak yang menyangkut dalam masyarakat yakni untuk memilih pendidikan, hak untuk mengembangkan kebudayaan dan sebagainya.

  • Hak Asasi Peradilan (Procedural Rights)
Hak Asasi Peradilan adalah hak untuk mendapatkan perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan (procedural rights), misalnya peraturan dalam hal penahanan, penangkapan dan penggeledahan.

Ciri-Ciri Hak Asasi Manusia:
a. HAM merupakan sesuatu yang otomatis telah ada pada diri manusia tanpa harus membeli, meminta ataupun hasil variasi dari orang lain karena HAM mutlak ada pada diri manusia sejak lahir sebagai anugerah dari tuhan YME.

b. HAM berlaku untuk siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, ras, suku, agama, status sosial, asal-usul/daerah kelahiran, warna kulit, etnis, pandangan politik ataupun budaya yang dianutnya.

c. Hak asasi tidak bisa dan tidak boleh dilanggar. Karena HAM mutlak dimiliki oleh setiap orang sebagai anugerah dari tuhan YME maka tidak boleh satu orangpun mengabaikan hak asasi orang lain apalagi untuk mempertahakan haknya sendiri.

Kesimpulan:
          Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut. Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara. Pembelaan negara secara fisik diantaranya dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa. Sementara, pembelaan negara secara non fisik diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme. Nasionalisme adalah rangkaian kecintaan dan kesadaran dalam proses berkehidupan dalam negara dan bangsa, serta upaya untuk menumbuhkan rasa cinta pada tanah air. Selain itu, pembelaan bisa dilakukan dengan cara menumbuhkan keaktifan dalam berperan aktif untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara.
         HAM (Hak Asasi Manusia) adalah hak dasar atau hak pokok yang dibawa oleh manusia sejak lahir yang secara kodrat melekat pada setiap manusia dan tidak dapat diganggu gugat karena merupakan anugerah Allah SWT. HAM adalah hak yang bersifat asasi. Artinya, hak-hak yang dimiliki oleh manusia berdasarkan kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga bersifat suci. Dengan kata lain, HAM adalah bermacam-macam hak dasar yang dimiliki pribadi manusia sebagai anugerah dari Allah SWT yang dibawa sejak lahir sehingga hak asasi itu tidak dapat dipisahkan dari eksistensi pribadi manusia itu sendiri.Sementara itu, Pengertian HAM juga disebut dalam pasal 1 butir 1 UU No. 39 Tahun 1999 yang berbunyi “Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Allah SWT dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”.Hak asasi manusia terbagi menjadi 6, yaitu Hak Asasi Peradilan, Hak Asasi Politik, Hak Asasi Ekonomi, Hak Asasi Sosial dan Budaya, Hak Asasi Hukum, dan Hak Asasi Pribadi.

Sumber:
  • https://belanegarari.com/2016/06/02/penjelasan-macam-macam-hak-asasi-manusia-ham/#more-2612
  • https://www.ngelmu.co/pengertian-bela-negara-unsur-fungsi-tujuan-dan-manfaat-bela-negara/

Rabu, 05 Juli 2017

Makalah 4 Illmu Sosial Dasar (ISD) tentang Persekusi, Sebagai Fenomena Kesewenangan di Media Sosial


Seperti yang kita ketahui, akhir-akhir ini mungkin kita sering sekali mendengar kata-kata “Persekusi” baik dalam pemberitaan melalui media tulis, media televisi, media sosial ataupun media-media lain. Kata persekusi mulai muncul dan menjadi viral ketika media televisi memberitakan korban Persekusi pada seorang dokter wanita benama Fiera Lovita oleh ormas islam yang sebelumnya telah posting status di media sosial yang dianggap menghina pemimpin sebuah ormas, kemudian akun dokter Fiera Lovita di retas (ambil alih) dengan ditambahi kata kata yang lebih profokatif. Kemudian yang terbaru lagi korban Persekusi anak dibawah umur oleh salah satu organisasi islam di Indonesia karena menghina pemimpinnya melalui media sosial, kemudian anak itu didatangi dan di aniaya.
Berikut dibawah ini ada makalah mengenai "Persekusi, Sebagai Fenomena Kesewenangan Di Media Sosial"











Selasa, 04 Juli 2017

ILMU SOSIAL DASAR (ISD) BAB 10 Prasangka, Diskriminasi & Etnosentrisme

Sikap negatif terhadap sesuatu, disebut prasangka namun ada juga demikian belum jelas benar ciri-ciri kepribadian mana yang membuat seseorang mudah berprasangka dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu kelompok sosial tertentu seorang yang mempunyai prasangka rasial, biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkanya.
dibawah ini terdapat bagan BAB 10 tentang Prasangka, Diskriminasi & Etnosentrisme

 

ILMU SOSIAL DASAR (ISD) BAB 9 AGAMA & MAYARAKAT

Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur para Nabi dalam mengubah kehidupan. Pada usulannya agama yang diyakini merupakan sumber motivasi tindakan individu dalam hubungan sosial.
Berikut ini ada bagan BAB 9 tentang Agama & Masyarakat.




 

Senin, 08 Mei 2017

Makalah Ilmu Sosial Dasar (ISD) 3 Implikasi Disiplin Terhadap Perilaku Sosial Masyarakat



Seperti yang kita ketahui, Disiplin sosial berawal dari kesadaran individual yang bergerak secara matang dan bermuara pada kesadaran kolektif. Hal ini muncul karena adanya kehendak bersama (collective will) untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tentu saja disiplin jenis ini menuntut kesiapan bahkan kematangan mental. Disiplin sosial berkonsekuensi logis pada terwujudnya sistem sosial yang rapi dan teratur. Banyak contoh lain yang dapat kita kemukakan untuk menunjukkan disiplin sosial ini, misalnya: menjaga kebersihan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, tepat waktu dalam berbagai aktivitas, jujur dalam mengelola birokrasi dan lain-lain.

Disiplin sendiri adalah sikap mental seseorang yang mengandung kerelaan mematuhi, ketentuan, peraturan, dan norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab. Tanggung jawab, baik yang berhubungan dengan waktu maupun terhadap kewajiban dan hak. Pengertian lain tentang disiplin diungkapkan oleh Sutopo Yuwono yang berpendapat bahwa, disiplin adalah sikap kejiwaan seseorang atau sekelompok yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti atau mematuhi keputusan yang telah ditetapkan. 

Dibawah ini terdapat makalah  ISD tentang "Implikasi Disiplin Terhadap Perilaku Sosial Masyarakat".










 

Rabu, 19 April 2017

Ilmu Sosial Dasar Makalah Peran Media Masa Menjaga Kestabilan Sosial



Seperti yang kita ketahui, pada era masa kini, perkembangan teknologi media massa berjalan dengan cukup pesat, sekarang medai massa mempunyai peran yang signifian sebagai bagian dari kehidupan manusisa sehari-hari. Hampir pada setiap aspek kegiatan manusia, baik yang dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama selalu mempunyai hubungan dengan aktivitas komunikasi massa.

Media massa berasal dari istilah bahasa inggris. Media massa merupakan singkatan dari mass media of communication atau media of mass communication, Media massa sendiri adalah komunikasi dengan menggunakan sarana atau peralatan yang dapat menjangkau massa sebanyak-banyaknya dan area yang seluas-luasnya. Media masa terdiri dari media cetak, media elektronik, dan media online. Media cetak itu seperti koran, majalah, surat kabar, tabloid, buku, dan sebagainya. Media elektronik yaitu televisi, radio, dan film. Media online adalah informasi yang bisa kita dapatkan melalui internet.

Media massa dapat merubah gaya hidup atau budaya lokal setempat. Dengan cara mempengaruhi cara berfikir suatu kelompok atau kalangan tertentu agar menyukai atau mengikuti suatu hal yang baru atau asing bagi mereka. Pengaruh dari media massa tersebut dapat berdampak positif maupun negatif dan dapat berwujud dalam suatu proses modernisasi.

     Media massa mempunyai peran dan fungsi  yang dapat memberi pengaruh negatif maupun positif. Dari segi negatif, misalnya iklan rokok yang menarik akan membuat anak-anak yang melihatnya tertarik untuk mengonsumsi rokok, sedangkan dari sisi positifnya media massa mempengaruhi masyarakat, misalnya sebagai media sosialisasi yang paling efektif. Media massa juga membuat aspirasi masyarakat lebih mudah tersampaikan dengan banyaknya rubrik opini di berbagai media cetak.


Tujuannya di ciptakan makalah ini adalah untuk Meluruskan dan membangun kesadaran diri pada seluruh masyarakat agar bijak dalam memilih, melihat atau menggunakan media massa, Membantu masyarakat agar mengambil sisi positif dari media massa dan menghindari/mewaspadai informasi-informasi hoax, menebar kebencian, pornografi dan konten-konten negatif lainnya. Dan menghimbau kepada seluruh penulis berita agar menulis dan menyampaikan berita kepada masyarakat dengan akurat dan sebaik-baiknya agar terciptanya kestabilan sosial.